BELAJAR HIDUP : Arti Kata, "sebentar ya" (Pengalaman Resign)

Pagi, hari ke-empat di bulan ke-lima. Mei.

Saya memberanikan diri mengetik pesan singkat kepada salahsatu mantan rekan kerja. Saya mencoba mengkonfirmasi terkait pembayaran gaji bulan April yang belum juga sampai di rekening saya. Ternyata benar, saya 'terlewatkan'. Alasan pimpinan begitu klasik. Dan menuliskan balasan "sebentar ya," entah semoga lekas diberi hidayah untuk menunaikan kewajibannya sebelum esok hari. Kembali pada pasal 1 ayat 1, bos tidak pernah salah.

Saya memutuskan resign dari tempat kerja saya sebelumnya karena banyak pertimbangan. Setelah hampir 1 tahun lebih berkontribusi di sana, keputusan untuk resign adalah keputusan yang tepat. Waktu tidak pernah terlambat. Waktu menunjukkan saat yang tepat. Semoga hal ini bisa jadi pengalaman bagi para pembaca. Beberapa hal yang saya pelajari adalah.

  1. Pelajari background perusahaan/tempat kerja sebelum 'deal'. Ini PENTING! Apalagi kalau memang berniat ingin bekerja di sana untuk jangka panjang. Kecuali prinsip di awal sudah asal kerja, yang penting kerja. Dunia kerja saat ini ganas. Jangan sampai waktu kita terbuang untuk berproses dan berkontribusi di tempat yang salah. Caranya bagaimana? Hallo, google bisa memberikan sekilas gambaran. Mau lebih jelas, survei lokasinya langsung, tanyakan pada lingkungan sekitar. Or anything you can do, let's do that!
  2. Pahami kesepakatan awal alias kontrak kerja. Salahsatu bentuk kekeliruan saya, dan saya belajar adalah terkait kontrak kerja. Sebisa mungkin ada hitam di atas putih, tertulis dan ditanda tangani oleh pimpinan. Kecuali, dari awal kita sudah tahu bahwa sedang bekerja di perusahaan yang 'sistemnya kekeluargaan'. Akan lain ceritanya.
  3. Kenali lingkungan kerja (semua lini termasuk atasan). Salahsatu statement, 'jangan percaya pada siapapun', termasuk rekan kerja terdekat. Tidak sepenuhnya salah:) Statement ini kembali kepada pribadi masing-masing. Disinilah pentingnya mengenal. Agar diri kita bisa berkontribusi dengan maksimal, fokus, dan bijak mengambil sikap.
Bismillah, Bil Hikmah, Allah Maha Segalanya.
Semoga kawan semua mendapatkan atasan dan tempat kerja yang benar-benar saling menghargai.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Kita # Ayah, Terima Kasih

Mama, Aku Ingin Bawa Kotak Itu