My Resilience Journal - Hasil kumpulan tangan-tangan pecinta seni yang kelak ketika 'aku' tiada, segala kebaikan masih bisa untuk dikenang dan berguna bagi banyak orang. Salam hangat, Jhemariku
BELAJAR HIDUP : Anak Pertama Perempuan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Nasihat lama itu benar ..
Anak perempuan pertama Hatinya harus setegar karang
Pagi, hari ke-empat di bulan ke-lima. Mei. Saya memberanikan diri mengetik pesan singkat kepada salahsatu mantan rekan kerja. Saya mencoba mengkonfirmasi terkait pembayaran gaji bulan April yang belum juga sampai di rekening saya. Ternyata benar, saya 'terlewatkan'. Alasan pimpinan begitu klasik. Dan menuliskan balasan "sebentar ya," entah semoga lekas diberi hidayah untuk menunaikan kewajibannya sebelum esok hari. Kembali pada pasal 1 ayat 1, bos tidak pernah salah. Saya memutuskan resign dari tempat kerja saya sebelumnya karena banyak pertimbangan. Setelah hampir 1 tahun lebih berkontribusi di sana, keputusan untuk resign adalah keputusan yang tepat. Waktu tidak pernah terlambat. Waktu menunjukkan saat yang tepat. Semoga hal ini bisa jadi pengalaman bagi para pembaca. Beberapa hal yang saya pelajari adalah. Pelajari background perusahaan/tempat kerja sebelum 'deal'. Ini PENTING! Apalagi kalau memang berniat ingin bekerja di sana untuk jangka panjang. Kecuali...
Ayah, terima kasih, terima kasih, dan terima kasih Tetap selalu meletakkan penerimaan juga kebanggan pada ku Atas semua pencapaian Tak pernah menuntut ini dan itu Tak pernah, kecuali tata krama yang selalu Ayah pegang teguh Semoga restu Ayah membuka perlahan jalanku meraih mimpi-mimpiku Ayah, bahagialah selalu Semoga keberkahan selalu menyertai Ayah Aamiin
“ Mama, aku pingin bawa kotak itu ”, si kecil merajuk pada sang mama. Majlis seperti ini memang majlis yang istimewa, lebih-lebih wilayah yang berhasil menyelenggarakan. Tentu banyak elemen yang terlibat hingga majlis bisa berjalan. Majlis yang di sinilah hati siapapun akan merasa tenang. Jalan-jalan kampung dan tidak jarang jalan-jalan utama ditutup sementara untuk menampung jamaah yang hadir. Tempatku duduk saat ini berada persis di depan rumah Reihan. Ya, tulisan ini untuk Reihan kecil yang begitu menggemaskan dan membuat hati terpana Saat itu bocah-bocah pembawa kotak amal mulai berjalan menyebar ke jamaah yang hadir. Aku duduk persis di sebelah seorang wanita berusia mungkin 30 atau 40 tahunan yang malam kemarin hadir bersama putra kecilnya. Anak laki-laki itu kiranya berusia 5 tahun dilihat dari nada bicara dan postur tubuhnya. Namanya Reihan kalau tidak salah mengingat ketika sang mama memanggilnya. “Ian .. Ian .. sini (panggil mama Reihan pada seorang bo...
Comments
Post a Comment